Halaman

Senin, 30 Januari 2012

Enjoy Ur Moment Right Now!


Pernah gak sih ngerasa pengen cepet-cepet melewati satu fase kehidupan? Misalnya aja pas SMP pengen cepet-cepet SMA, pas SMA pengen cepet-cepet kuliah, dst. Pas SMP kita excited banget kalau ngomongin nanti SMA bakalan kaya gimana dan waktu SMA kita seneng banget ngebayangin waktu kuliah nanti kaya gimana. Pengen ngerasain kalau nanti kuliah kita gak usah pakai seragam lagi, udah bebas mengekspresikan diri mau pakai baju apa aja. Terus pengen ngerasain kalau kuliah tuh sistemnya kaya gimana sih, dst. Atau kaya gue sekarang yang baru lulus kuliah pengennya cepet-cepet nyebur ke dunia kerja dan excited pengen belajar banyak di tempat kerja nanti. 

Gue sendiri memang paling gak betah di rumah dan gak ada kerjaan. Jadinya gue gak sabaran pengen cepet-cepet dapet panggilan kerja (saat ini gue udah ngirim lamaran ke sebuah majalah). Sampai akhirnya setelah seminggu gue ngirim lamaran, gue sms senior gue yang sudah terlebih dulu kerja di sana, gue tanya “kok gue gak dipanggil-panggil ya?”. Senior gue nanggepin dengan bilang santai aja, panggilan kerja bisa sebulan atau lebih setelah lamaran dikirim, puas-puasin aja dulu gak ada kerjaan di rumah, nanti bakalan kangen lho.

Jawaban senior gue membuat gue jadi berpikir, selama ini gue suka gak sabaran sampai akhirnya gue fokus sama yang ada di masa depan, tapi gak pernah menikmati waktu yang sekarang ada. Bener juga yah! Excited memasuki fase hidup yang baru itu wajar, tapi jangan sampai membuat kita jadi gak menikmati waktu yang ada sekarang. Gue harusnya bisa menikmati waktu santai-santai di rumah sekarang, gue bisa ngerencanain banyak hal-hal seru yang bisa gue kerjain sambil nunggu panggilan kerja. Intinya gue harus bisa menikmati waktu yang ada sekarang, gue pasti bakalan kangen masa-masa santai begini seperti waktu kuliah gue kangen sama masa SMA gue.

Rasa gak sabaran untuk pindah ke fase kehidupan berikutnya pun bisa dipicu orang lain. Kita lihat kok enak yaa kakak itu sudah SMA atau kita lihat enak banget sih temen kita itu udah ngantor, selalu check in di four square lagi tiap lagi ngantor (hihi..lebay). Terus pindah ke facebook, kita lihat foto-foto temen-temen, sepupu, kakak kelas yang kelihatannya happy banget menjalani kehidupannya. Tambah deh kita mupeng yah. Hihi. Tapi gak semua persis seperti yang terlihat kok. Bisa aja di foto itu di kantor dia kelihatan happy lagi pesta kostum bareng temen-temennya. Padahal sih di kantor dia juga lagi ada masalah sama temen kantor yang rese. Gak usah pengen jadi orang lain juga untuk masuk ke fase kehidupan selanjutnya.

Nah, gue sekarang akan berusaha mengurangi rasa gak sabaran untuk bertemu dunia kerja dan menikmati semua yang ada sekarang. Gue bakalan rajin-rajin ngepost di blog dan menulis lebih banyak lagi. Masih banyak hal-hal yang bermanfaat yang bisa gue kerjain di rumah sebelum kerja. Aaah, jadi gak sabar! Ups..hehehe.

Ayo buat kamu yang gak sabaran pengen ngerasain fase hidup selanjutnya, enjoy your moment right now! ;)

Rabu, 25 Januari 2012

Have Fun Go Mad

Terkadang biar mood kembali bagus gue langsung ajakin siapapun seseruan berfoto di photo booth. This is me and my brother, we have a good time after we took many pictures together :)


unyu moment :p


Graawwrrrr..the best photo we made that night :)


tertawa gembira



What are you looking at? LOL


Smile :)


We are wearing our pyjamas!

So, apa cara kamu untuk menghilangkan bad mood? dancing in the rain maybe? ;p
Do it your way!
Cheers!

Ungkapan Terima Kasih

Berikut adalah kata pengantar dalam Tugas Karya Akhir (TKA) yang alhamdulillah telah mengantarkan gue manjadi sarjana, gue masukin di blog biar orang-orang yang gue sebut di dalamnya bisa tahu, semoga berkenan :)


visit thecitysstory.blogspot.com to see my final assignment. Enjoy!


KATA PENGANTAR

Pertama-tama, saya ingin memanjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT. Atas rahmat dan karunia-Nya lah saya bisa menyelesaikan tugas akhir ini tepat waktu, sebagai salah satu syarat kelulusan. Saya juga bersyukur telah berhasil menempuh pendidikan di Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia hingga selesai, banyak pengetahuan baru dan pelajaran berharga yang saya dapatkan di sini.
Terima kasih kepada Mama dan Papa yang telah mendukung saya dan memfasilitasi saya sehingga saya bisa menyelesaikan tugas akhir ini, terima kasih atas kasih sayang dan semangat yang telah Mama dan Papa berikan kepada saya. Saya juga berterima kasih kepada adik saya, Naufal Hariz, si perut elastis yang selalu menghibur saya dengan kecerewetannya, menemani saya jalan-jalan dengan iming-iming makanan, dan mendengarkan keluh kesah saya.
Terima kasih untuk pembimbing saya, Drs. Teguh Poeradisastra M.M. atas setiap saran dan waktu yang diberikan untuk membimbing saya di tengah kesibukan yang luar biasa. Terima kasih untuk selalu menyempatkan membalas SMS dan email saya, serta menjawab pertanyaan-pertanyaan saya. Terima kasih juga karena selalu bersabar saat membimbing saya dan dengan teliti memeriksa hasil tugas akhir saya serta menunjukan letak kesalahan saya dan menjelaskan segala sesuatunya, sehingga pada akhirnya saya dapat membuat tugas akhir yang lebih baik.
Terima kasih kepada semua dosen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia. Terima kasih kepada Drs. Awang Ruswandi, M.Si (Mas Awang) karena kesediaannya menjadi penguji TKA ini dan telah berbagi ilmu di kelas Jurnalisme Online serta memberikan saya kesempatan untuk mengikuti pelatihan web development. Semua ilmu yang saya dapatkan di sana sangat bermanfaat untuk menyelesaikan tugas akhir ini. Terima kasih kepada Mas Satrio Aris Munandar atas ilmunya di kelas Produksi Feature TV. Terima kasih kepada Masmimar Mangiang (Bang Mimar) untuk tepukan semangatnya satu hari sebelum sidang (takut disidang itu kuno ya Bang? J), bagi saya Abang adalah guru menulis yang paling hebat, saya bisa menulis dengan lebih baik karena ilmu yang Bang Mimar ajarkan. Terima kasih kepada pembimbing akademik saya, Donna Asteria S.Sos, M.Hum (Mbak Donna) yang telah bersabar menjawab pertanyaan saya, memberikan arahan, dan penjelasan tentang mata kuliah dari semester 3. Terima kasih kepada Citra Dyah Prastuti (Mbak Citra) karena telah mengajarkan cara menulis untuk radio yang sangat bermanfaat bagi saya dan terima kasih juga atas tulisannya di buku Cheers UK! yang membuat saya terhibur. Terima kasih kepada Alif Imam Nurlambang (Mas Alif) karena selalu bisa menghibur di dalam kelas dengan kata-katanya yang terkadang puitis bak pujangga.
Terima kasih kepada Dr. Irwansyah MA (Mas Irwan) atas ilmunya tentang teknologi dan tugas yang maha dahsyat yang selalu diberikan di setiap mata kuliahnya, ternyata dibalik kerepotan membuat tugasnya saya jadi terlatih untuk tidak membatasi diri dan selalu memanfaatkan teknologi dengan baik. Terima kasih kepada Dewi Chandra Kirana S.Sos., M.Si. (Mbak Kicky) yang telah membuat saya semakin tertarik dengan Ilmu Komunikasi, saya selalu mengagumi cara mengajar Mbak Kicky yang selalu menghadirkan tawa dan mengungkap fakta-fakta menarik. Terima kasih juga kepada Helmi Qodrat Ichtiat, S.Sos, M.Si. (Mas Helmi) untuk kesediannya datang di hari Sabtu dan menjadi ketua sidang saya. Saya tidak akan melupakan cara ‘ajaib’ Mas Helmi mengumumkan kelulusan saya. Dan tak lupa, saya juga mengucapkan terima kasih kepada Mas Gugi dan Mbak Indah yang selalu mau direpotkan untuk membuat segala macam surat dan hal-hal teknis untuk berbagai mata kuliah dan tugas akhir.
Terima kasih kepada pacar saya, Ajie Artotian Diarso, yang sudah mau direpotkan mengantar saya kesana kemari, menjadi crew setiap pengambilan gambar, mendengarkan setiap keluh kesah saya, dan mendukung saya untuk menyelesaikan tugas akhir ini. I love you. Terima kasih juga kepada Om Djitheng, Tante Pritha, dan Dek Iyo yang selalu mendukung saya, memberikan semangat, dan sudah mau direpotkan selama di Bandung.
Terima kasih kepada Mukti Mediska D.M., host The City’s Story selama di Bandung, terima kasih karena sudah mau saya kerjain jadi host dan obrolannya yang menyenangkan selama di Bandung. Ayo, Muk, kita bikin film pendek!
Terima kasih kepada semua #Kom08, I love you all. Terutama untuk Donna Wilhelmina (Amie), terima kasih untuk semua nasihatnya di setiap curhatan dan untuk selalu memberi tahu saya bahwa saya orang yang sabar serta selalu mendukung saya. Terima kasih untuk Bella Dona Patricia (Bey) atas setiap obrolan yang menyenangkan terutama tentang film-film. Ayo Amie dan Bey kita jalan-jalan yaa J. Terima kasih kepada Astrid Permata Leona untuk semangatnya yang menjadi inspirasi dan film-film Korea-nya yang dimasukkan ke hardisk saya. Terima kasih kepada Gilang Reffi Hernanda untuk akun Surveygizmo.com nya dan untuk selalu menjawab segala pertanyaan serta bersabar dalam menjelaskan segala sesuatunya kepada saya. Saya bangga punya teman seperti Gilang. Terima kasih kepada Novita Eka Syahputri atas keimpulsifannya membuat header blog The City’s Story. Terima kasih kepada Gilang Putra, si ketua angkatan yang selalu perhatian. Terima kasih juga kepada rekan Produksi Feature TV saya, Fauzan Al-Rasyid dan Reno Dalu Maharso atas obrolannya yang selalu menyenangkan dan membuat tugas-tugas jadi tidak terasa berat.
Terima kasih kepada Mas Ade Purnama dan Pak Andy dari Sahabat Museum yang sudah membantu saya dan berbaik hati mau direpotkan oleh saya. Semoga Sahabat Museum semakin jaya dan terus mengadakan trip bersama. Saya mau lho Mas diajak ke Belanda! ;)
Terima kasih kepada seluruh keluarga besar dari Bogor dan Kalimantan untuk selalu menanyakan kabar si tugas akhir, mendukung, dan mendoakan saya. Terutama untuk Tante Farida dan Om Udin, terima kasih atas cerita-ceritanya yang lucu, makanannya yang enak-enak dan sudah mau menampung saya selama di Bandung. Terima kasih untuk Emma Dwiyana yang walaupun kini sudah jauh menetap di Amerika tetapi masih mau mendengarkan saya dan mendukung menyebarkan video saya di sana. Baik-baik sama Patrick dan doakan suatu hari saya bisa berkunjung ke sana. Terima kasih juga kepada Emmy untuk film-filmnya. Kak Acit, Kak Bagus, Imam, Tante Sikin, Om Pence, Teh Rida, dan especially untuk Nenek Entim, semoga cepat sembuh. 
Terima kasih kepada teman-teman di Kribo Crews: Bena, Dhiaz, Fachrido, Bern, Anggas, dan semuanya yang telah membantu menyebarkan kuesioner.
Terima kasih juga kepada semua pihak yang telah membantu pembuatan tugas akhir ini yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Karya ini untuk kalian semua, untuk Indonesia.


 Jakarta, 7 Januari 2012


                                             Penulis     

Selasa, 24 Januari 2012

Joker by Vabyo

I'm a book eater. Hehe. Setelah kemarin melahap Manusia Setengah Salmon, sekarang gue baru aja menuntaskan membaca Joker yang ditulis oleh Valiant Budi atau Vabyo. Gue sempet ngetweet pas gue selesai baca buku Raditya Dika Manusia Setengah Salmon dan mau beralih ke buku selanjutnya, Joker, dan mention @vabyo. Tanggapan Vabyo bikin gue malah makin penasaran ada apa memangnya? Ini nih tanggapan Vabyo lewat Twitter:



Kalau dibilangin kaya gini, gue malah jadi makin penasaran kan? Yaudah, gue langsung deh membaca Joker. Dibutuhkan waktu sekitar 3 hari buat menyelesaikannya, karena gue agak perfeksionis soal jam tidur gue. Haha..jadi yang bikin lama adalah karena gue menjaga jam tidur gue, bukan karena novel Joker ini gak seru. Dari awal gue baca memang banyak misteri dari novel Joker yang pengen segera gue singkap *ceileh* alurnya yang maju kemudian mundur bikin penasaran dan kepo pengen tahu ada apaan sih memangnya? siapa pria yang diceritakan di awal cerita? 

sumber: gubukbuku.com


Novel Joker ini memang bukan novel baru dari Vabyo. Novel Joker pertama kali terbit di tahun 2007 dan diterbitkan ulang sekarang (awal Januari 2012). Gue pribadi lebih suka cover barunya, benar-benar menggambarkan isi novelnya dan terkesan lebih kelam.

Gue gak mau jadi spoiler dengan membocorkan ceritanya, yang jelas gue kagum banget sama cara nulis Vabyo yang gak biasa di novel Joker ini. Sebelumnya gue memang sudah menikmati tulisan Vabyo di The Journeys dan Kedai 1001 Mimpi (yang bikin gue ngakak sampai nangis ;p), tapi memang deh novel Joker ini sensasinya berbeda. Selain karena memang ini novel fiksi (The Journeys dan Kedai 1001 Mimpi non-fiksi) pertama dari Vabyo yang gue baca, novel Joker memang memiliki sesuatu yang berbeda. Dari cara penuturan ceritanya yang cenderung gak runut dan unik. Dari karakter tokoh-tokoh dalam ceritanya yang binal #eh. Hehehe. Dan tak lupa puisi-puisi yang terselip di ceritanya.

Setelah selesai baca Joker, tanggapan gue adalah:


Gue gak nyangka endingnya bakalan seperti itu dan berusaha mencerna kembali isi novel Joker, karena gue gak siap sama kejutannya. Gue gak nyangka kejutannya bakalan kaya gitu. Vabyo benar-benar berhasil membuat gue langsung mandi karena stress kepikiran novel Joker ini. Hahaha.

Well, buat yang pengen baca novel yang gak biasa, coba baca Joker deh. It's out of the box! ;)

ada kecup dan tanda tangan Vabyo karena gue pre-order :p


Sabtu, 21 Januari 2012

Manusia Setengah Salmon

Aha! Akhirnya gue selesai juga baca buku terbarunya Raditya Dika: Manusia Setengah Salmon. Gue memang ngikutin bukunya Raditya Dika mulai dari bukunya yang pertama, Kambing Jantan. Jadi ya gue lumayan taulah perkembangan tulisannya Radit *sok kenal *sotoy. hehe.


sumber: radityadika.com


Setelah gue baca Manusia Setengah Salmon secara seksama *ceilah* ternyata Raditya Dika nulisnya tambah bagus yah. Udah bukan lagi menemukan hal lucu di setiap kejadian, tapi juga memberikan meaning buat semua kejadian yang dia alami. Tulisannya Raditya Dika di Manusia Setengah Salmon tambah dewasa dan gue ngerasain banget perbedaannya sama buku sebelumnya. Beberapa chapter juga dihasilkan dengan kreativitas yang tinggi, kaya bagian emotikon, interview with the hantus, jomblonology, dan beberapa rangkuman tweetsnya Radit. Gue pernah sih kepikiran kalau emotikon-emotikon lucu itu bisa dijadiin percakapan, tapi gue mikirnya "ah, ntar garing lagi". Haha, Radit bisa aja lho ngolah emotikonnya jadi lumayan lucu. Gue gak ketawa sama sekali sih, cuma gue salut aja :p


cerita yang paling lucu menurut gue adalah bakar saja keteknya. cerita itu sukses bikin gue ngakak-ngakak tengah malem. Terus gue juga suka cara Radit mendeskripsikan sesuatu, pas baca jadi kebayang dan jadinya lucu banget. 


Tapi ternyata menurut temen-temen adek gue yang masih SMA sih Manusia Setengah Salmon kurang lucu. Menurut gue mungkin mereka gak terbiasa sama tulisan Radit yang sekarang, yang lebih dewasa. 


O,iya desain buku dan pembatas bukunya gue suka banget. Lucu dan berkonsep ;)


Ajie, pacar gue, ikutan baca buku Manusia Setengah Salmon sampai ngikik2 :p