Laman

Minggu, 13 Mei 2012

Tempat Diving Terbaik di Indonesia*

Diving atau menyelam adalah kegiatan yang sangat menyenangkan. Kita dapat melihat keindahan laut dan keanekaragaman bawah laut secara langsung. Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki banyak tempat diving yang menjadi impian para penyelam. Berikut list tempat diving terbaik di Indonesia.

Kepulauan Raja Ampat

Kepulauan Raja Ampat sudah terkenal karena kehidupan bawah airnya yang sangat luar biasa dan keanekaragaman jenis terumbu karang yang bisa kita temukan di sini. Raja Ampat adalah salah satu dari 10 tempat wisata menyelam terbaik di dunia. Kepulauan Raja Ampat termasuk ke dalam Segitiga Karang (Coral Triangle). Coral Triangle adalah kawasan yang memiliki keanekaragaman hayati laut terkaya di dunia. Negara yang termasuk dalam Coral Triangle selain Indonesia adalah Filipina, Malaysia, Papua New Guinea, Jepang, dan Australia. Makanya tak heran kalau 75% jenis terumbu karang yang ada di dunia ada di Raja Ampat. Salah satu titik penyelaman (diving spots) yang terbaik di Raja Ampat ada di Pulau Koflau.
Kepulauan Raja Ampat terletak di provinsi Papua Barat dan masuk ke dalam kabupaten Raja Ampat. Kabupaten Raja Ampat terdiri dari 610 pulau dengan 4 pulau besar, yaitu Pulau Misool, Salawati, Batanta, dan Waigeo. Untuk mencapai Raja Ampat, kita harus menggunakan pesawat udara dulu yang menuju Sorong dari Manado selama 6 jam penerbangan. Kemudian di Sorong kita mempunyai dua pilihan, menetap di resor Papua Diving atau ikut tur dengan perahu Phinisi. Resor Papua Diving adalah satu-satunya resor yang menawarkan wisata bawah laut di kawasan Raja Ampat.

Selat Lembeh

Selat Lembeh terletak di Sulawesi Utara tepatnya berada di wilayah otonom kota Bitung. Selat Lembeh merupakan perairan sempit (selat) yang memisahkan antara Pulau Sulawesi dengan Pulau Lembeh. Keunggulan Selat Lembeh sebagai salah satu tempat diving adalah keanekaragaman biota lautnya yang hanya ada di Selat Lembeh. Meskipun keindahan terumbu karang di Selat Lembeh masih kalah dengan Bunaken, tapi hanya di Selat Lembeh, kita dapat melihat sekitar 1000 spesies biota laut. Biota laut seperti gurita mimic, sotong, kuda laut pygmy, dan frogfish berambut pun hanya dapat kita temukan di Selat Lembeh. Di Selat Lembeh ada sekitar 150 titik penyelaman (diving spots) yang dapat kita datangi. Kesemuanya menawarkan pemandangan kekayaan biota laut yang unik. Selat Lembeh pun sering dijuluki sebagai surga untuk fotografi bawah laut dan sering disebut sebagai “kiblat dari fotografi makro” karena kekayaan biota lautnya.

Pulau Komodo

Pulau Komodo terletak di wilayah Nusa Tenggara, tepatnya berada di sebelah timur Pulau Sumbawa dan dipisahkan oleh Selat Sape. Pulau Komodo merupakan kawasan Taman Nasional Komodo. Pulau Komodo memang sudah terkenal karena keberadaan hewan Komodo, spesies kadal raksasa, yang menghuni pulau ini. Tapi ternyata selain dapat melihat Komodo, Pulau Komodo juga menawarkan pengalaman diving yang menakjubkan. Pulau Komodo mempunyai kekayaan bawah laut dan kehidupan laut yang eksotis. Ketika menyelam di perairan sekitar Pulau Komodo kita dapat menemukan karang-karang serta berbagai jenis hewan laut seperti ikan pari manta, hiu, penyu, lumba-lumba, dugong, pelagic, kuda laut, nudibranch, ikan katak, dan berbagai jenis ikan lainnya yang kelihatannya seperti menari-nari di sekitar kita.
Dataran bawah air yang bervariasi dapat kita temukan di Pulau Komodo. Mulai dari dinding tebing, puncak, lereng, gua, dataran tinggi di bawah air, dan berbagai saluran yang bervariasi mulai dari warna hingga ukurannya. Berbagai jenis karang mulai dari yang keras hingga yang lunak juga dapat kita temukan di Pulau Komodo. Beberapa titik penyelaman (diving spots) di Pulau Komodo yang menarik antara lain Pulau Sabolon, Pulau Bidadari, dan Batu Bolong. Setiap tempat memiliki keunikannya masing-masing. Untuk pengalaman diving yang berbeda, kita juga bisa mencoba diving di malam hari. Untuk sampai di Pulau Komodo, kita dapat menggunakan pesawat terbang dari Ngurah Rai, Bali ke Komodo Airport selama satu setengah jam.
Pulau Derawan

Pulau Derawan terletak di Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Di sekitar Pulau Derawan sendiri ada 28 titik penyelaman (diving spots) yang dapat dijelajahi dalam waktu 10 hari. Perjalanan dari satu titik penyelaman ke titik lainnya dapat ditempuh dengan menggunakan kapal. Di perairan sekitar Pulau Derawan juga terdapat taman laut dan kita bisa menyelam di sini dengan kedalaman lima meter. Kita bisa menemukan beragam biota laut di sini, seperti cumi-cumi, lobster, ikan pipa atau ghostpipe fish, gurita atau bluering octopus, nudibranchs, kuda laut atau seahorses, belut pita atau ribbon eels, dan ikan skorpion atau scorpionfishes. Istimewanya, di Pulau Derawan ini terdapat karang yang dikenal dengan nama “Blue Trigger Wall”, letaknya di karang kedalaman sepuluh meter. Di karang “Blue Trigger Wall” sepanjang 18 meter ini banyak terdapat ikan trigger atau red-toothed trigger fishes. Penelitian Dr. Carden Wallace dari Museum Tropis Queensland, Australia menjumpai lebih dari 50 jenis Arcropora (hewan laut) dalam satu terumbu karang. Tak salah kalau Pulau Derawan terkenal sebagai urutan ketiga teratas di dunia sebagai tempat tujuan menyelam bertaraf internasional.
Beberapa tempat terkenal untuk diving di Pulau Derawan antara lain Pulau Kakaban, Pulau Sangalaki, dan Pulau Maratua. Di Pulau Sangalaki kita bisa menemukan pari elang, pari, pari biru atau Manta Rays yang berukuran 3,5 meter, hiu macan, dan sotong. Tak hanya itu, setiap malam kita juga bisa melihat penyu hijau raksasa menetaskan telur di pulau Sangalaki. Sedangkan, di Pulau Kakaban terdapat danau air asin yang dihuni oleh ubur-ubur yang tak menyengat dan ikan gobi yang merupakan danau prasejarah satu-satunya di Asia. Pulau Maratua juga tak kalah menariknya, kita bisa menemukan menemukan banyak ikan berukuran besar seperti barakuda, tuna dan mackerel. Bahkan jika beruntung saat diving kita bisa melihat hiu kepala martil sampai delapan spesies paus di Pulau Maratua.

Karimun Jawa
Karimun Jawa terletak di seberang laut dari Semarang, Jawa Tengah. Karimun Jawa terdiri dari 27 pulau (hanya 5 pulau yang sudah berpenghuni) yang dikelilingi oleh laut di mana banyak terdapat gugus karang biru Acropora.  Sejak tahun 2001, Karimun Jawa telah resmi menjadi Taman Nasional Karimun Jawa. Beberapa pulau yang biasanya sering dikunjungi untuk snorkeling atau diving adalah Pulau Menjangan Besar, Pulau Menjangan Kecil, Pulau Cemara Besar, dan Pulau Cemara Kecil. Di Pulau Menjangan Besar, selain menyelam kita juga dapat melihat penangkaran hiu, penyu, serta elang. Bahkan kita bisa mencoba berenang bersama hiu.
Dengan perpaduan tiga ekosistem yang berbeda di Karimun Jawa, yaitu terumbu karang, padang lamun, dan hutan mangrove, kekayaan bawah laut Karimun Jawa memang luar biasa. Keanekaragaman hayati di Karimun Jawa pun luar biasa, ratusan biota laut ada di Karimun Jawa, diantaranya 444 spesies ikan, 176 spesies karang, dan 9 spesies rumput laut. Selain itu juga terdapat 44 spesies mangrove dan 11 spesies lamun. Kita bisa melihat beberapa hewan langka seperti penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), dan elang laut perut putih (Haliaetus leucogaster). Sedangkan, tumbuhan yang menjadi ciri khas Karimun Jawa adalah dewodaru (Crystocalyx macrophyla). Biota laut yang dapat ditemui di Karimun Jawa seperti kepala kambing (Cassis cornuta), triton terompet (Charonia tritonis), nautilus berongga (Nautilus pompilius), batu laga (Turbo marmoratus), dan masih banyak yang lainnya.
Uniknya lagi, selain melihat beragam biota laut dan menikmati indahnya pantai di Karimun Jawa, saat diving kita dapat melihat dan menjelajahi sisa-sisa dari Indonour, sebuah kapal pedagang kuno yang karam tahun 1955. 


***

Saya sendiri belum punya license diving, jadinya baru nyobain snorkeling aja di Karimun Jawa dan ketagihan. Itu yang bikin saya bertekad buat punya license diving secepatnya. Ya semoga aja uangnya cepet kekumpul ya ;)

* Artikel ini dibuat dalam rangka melamar ke suatu media, pada akhirnya karena kelewat sibuk, saya mengundurkan diri. Daripada mubazir jadinya artikelnya di-post di blog aja deh :p

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tell Me What You Think! ;)